Tak Cukup Cantik di Luar

Tak Cukup Cantik di Luar

MajalahSmarteen.com — “Ya, gue tahu dong! Ahmad Tohari yang novelnya Ronggeng Dukuh Waluh,” potong Monica dengan sok tahunya yang salah. Padahal Andi belum selesai ngomong.

“Bukan Ronggeng Dukuh Waluh tapi Ronggeng Dukuh Paruk. Kalau Dukuh Waluh, daerah Universitas Muhammadiyah Purwokerto! Oke?” kata Andi yang nyaris tersedak. Andi menggerendeng dalam hatinya, “Parah sekali sok tahunya! Bener kata teman-teman, tidak di kelas, tidak di kantin, tidak di rumah, sama aja! Cantik tapi blo’on.

“Ya, ya! Ronggeng Dukuh Paruk!” Monica ketawa menggelegar. Tampak bodoh sekali.

 

Hehehe, by the way nih Sob, buat kalian para cewek, pernah nggak ngalamin hal-hal yang mirip kayak Monica? Alamaak… cantik tapi o’oon alias blo’on. Hahaha, eng ing eng, pada mikir ya?

Bagi kalian yang cewek, mau enggak tampil cantik sempurna? Ah, pasti jawabannya, “Mau, mau, mau!”

Fenomena Cantik, tapi Nyeleneh

Nah Sobat, banyak perempuan rela membayar mahal untuk mengubah penampilan fisiknya, agar tampak lebih cantik. Apalagi di kalangan cewek the have, per bulan bisa habis puluhan juta rupiah. Wow!

Lalu, berbagai fenomena nyeleneh, konyol, dan nggak syar’i juga ada. Seperti, ada yang menempuh jalan dengan memasang “susuk” di berbagai penjuru tubuhnya. Bahkan, ada perempuan rela membunuh untuk mendapatkan kecantikan yang sempurna. Wuuiih, serem ya? Tentulah hal demikian tidak boleh ditiru, setuju nggak Sob?

Ada lagi fenomena nggak syar’i nih, hmmm…tahu oplas kan Sob? Oplas (operasi plastik) alias face off, merupakan upaya rekonstruksi kulit yang dilakukan karena sebab-sebab tertentu. Nah, praktik face off ini lebih sering dilakukan oleh kaum perempuan.

Dalam Fathul Bari Syarah Shahihil Bukhari, karya Ibnu Hajar al-Asqalani disebutkan qoul imam Ath-Thabari bahwa perempuan tidak boleh mengubah sesuatu dari bentuk asal yang telah diciptakan Allah Swt, baik menambah atau mengurangi agar kelihatan bagus.

Contohnya nih ya, mengembalikan kerutan kulit dan menghaluskannya; mengangkat dahi; menaikkan alis, wajah dan leher; liposuction (bedah sedot lemak); rhinoplasty (perbesaran); kecantikan dagu; kecantikan payudara. Hmmm, lagi nih, seorang perempuan yang rambutnya pendek atau tipis lalu ia memanjangkannya atau menebalkannya dengan rambut orang lain. Jadi nih Sob, hal yang bersifat pemanis diri, menambah gaya dan penampilan, memperkuat pencitraan dan sebagainya, perbuatan tersebut termasuk sesuatu yang haram. Nah loh, yang beginian nggak boleh dilakuin Sob.

Hukum Melakukan Operasi Plastik (Oplas)

So What? Jadi oplas dilarang? Wait Sob, jangan emosi dulu, hehe… Ath-Thabari berpendapat pula, terkecuali jika ada bagian tubuh yang menimbulkan mudarat dan rasa sakit.

Seperti, bibir sumbing; menyambungkan jemari tangan atau kaki yang tidak lengkap; membuka penyumbatan anus; menghilangkan tato, tanda lahir, dan bekas luka; menghilangkan jenggot dan kumis bagi perempuan yang mempunyainya; membentuk kembali daun telinga; implant payudara bagi mereka yang terkena kanker payudara; memperbaiki septum hidung atau pasien cacat hidung; memperbaiki kulit akibat luka bakar atau sejenisnya; memperbaiki patah tulang wajah (karena kecelakaan, misalnya). Fuuiih…gitu ya Sob? Udah nggak emosi kan?

Cantik itu Relatif

Oya, ngomong-ngomong soal kecantikan, tahukah kamu bahwa ukuran kecantikan itu sangat relatif? Dulu, kecantikan identik dengan paras wajah yang ayu, berkulit putih, bertubuh seksi, dan bersikap kemalu-maluan (bahkan cenderung pasrah). Pokoknya, perempuan semata-mata dilihat dari sudut pandang kecantikan fisiknya.

Bagi lelaki zaman baheula, perempuan cantik yang – maaf – bodoh, adalah sosok paling seksi sejagat. Karena para lelaki takut tersaingi intelijensiannya oleh perempuan.

Standar kecantikan yang menonjolkan aspek seperti di atas, sudah lama dianggap usang. Kini, seorang perempuan bukan lagi hanya dilihat dari segi penampilan fisiknya.

Monica (sorry bagi yang namanya sama) – seperti dalam ilustrasi di atas – memang berwajah cantik dan bertubuh ramping. Kulitnya putih mulus seperti patung lilin koleksi Madame Tussand, tapi interpersonal skill-nya menyedihkan. Ia suka berlagak sok tahu, selalu minta dipahami tanpa pernah memahami orang lain. Ia selalu minta diperhatikan, diprioritaskan, dinomorsatukan. Egois.

Maza yang gendut, memiliki daya tarik melebihi Monica yang ramping. Maza lebih populer dibandingkan Monica. Mengapa? Sebab Maza supel, bisa bergaul dengan segala jenis dan macam manusia, mau menerima kekurangan dan kelebihan orang lain. Maza mampu memaafkan orang lain ataupun minta maaf kepada orang lain. Karena itu, banyak orang yang enjoy bergaul sama dia.

Sebuah kecantikan platonik, itulah yang dimiliki Maza. Kecantikan yang dimilikinya adalah sesuatu yang tidak dapat dilihat bentuknya dari wajah, kaki, tangan, tubuh dan dari segala sesuatu yang berdaging.

Secara keseluruhan, Maza yang gendut ternyata lebih cantik dibandingkan Monica yang ramping. Sebab kecantikan tidak terletak pada tubuh seorang wanita. Kecantikan berada di mata yang melihat.

Allah Ciptakan Manusia dalam Bentuk Terbaik

Wait, bukan berarti menyepelekan outer beauty-loh! Cantik di luar pun perlu diupayakan dengan cara-cara yang baik dan syar’i. Fisik kita adalah yang terbaik yang Dia anugerahkan. Firman Allah, Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (QS. At tin: 4). Allah Swt menganugerahkan fisik seperti kita sekarang, ya kudu kita jaga, rawat, dan manfaatkan sebaik mungkin. Setuju nggak, Sob?

Fenomena yang muncul, kebanyakan cewek sering menitikberatkan penjagaan cantik di luar semata seperti menjaga cara berpakaian, solekan, aksesori yang dipakai, dan sebagainya. Hingga ada kalanya terlupa cantik di dalam itu adalah lebih penting.

Cantik dari Dalam Diri

Tentu Sobat muda sudah tahu istilah inner beauty kan? Beauty diterjemahkan sebagai cantik, indah, menarik. Sedangkan inner bagian dalam. Jadi secara keseluruhan, inner beauty bermakna sesuatu yang cantik, menarik, di mana kecantikan tersebut merupakan pancaran dari dalam diri seseorang. Pancaran kuat inilah yang menyebabkan mengapa seseorang tampil begitu penuh memesona.

Inner beauty biasanya disebut juga kecantikan batiniah. Inner beauty atau kecantikan batiniah itu tidak terwujud. So, kecantikan hakiki adalah kecantikan yang muncul atau timbul dari dalam diri. Ketulusan hati dan rasa syukur bisa memberikan aura positif yang tidak kalah dengan kecantikan fisik.

Pernahkah kalian mendengar istilah ini, beauty can’t amuse you, but brainwork, reading, writing, thinking, CAN. Istilah itu dipopulerkan oleh Helen Gurley Brown. Yang kalau diterjemahkan secara bebas seperti ini, “Kecantikan tidak akan membuat kamu senang, tetapi kepintaran atau kepandaian dengan cara banyak membaca, menulis, dan berpikir bisa membuat kamu senang”.

Oke Sob, berapa orang dari kalian yang setuju dengan kalimat petikan di atas? Mungkin kamu adalah salah satunya. Artinya adalah bahwa kecantikan seorang wanita itu bukan hanya dilihat dari segi fisik saja. Kecantikan juga meliputi wawasan ilmu pengetahuan.

Jadi, nih Sob, pada dasarnya kecantikan itu suatu konsep dengan multidefinisi. “Kecantikan” itu sendiri dapat berupa kepribadian yang baik dan menyenangkan, kecerdasan, keterampilan/keahlian tertentu, keberanian, kepedulian pada sesama, dan lain sebagainya yang akan memberikan nilai tambah pada diri seorang wanita.

Resep Cantik Sepanjang Masa

Trus, mau tahu nggak nih resep kecantikan yang tak pernah usang? Untuk mendapatkan bibir yang menawan, ucapkan kata-kata kebaikan. Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada diri setiap orang. Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, berbagilah makanan dengan mereka yang kelaparan. Untuk mendapatkan tubuh yang indah, berjalanlah dengan ilmu pengetahuan. Gitu ya Sob?

Well, closing ya? Kecantikan perempuan tidak cukup terletak pada pakaian yang dikenakan, bukan pada kehalusan wajah dan bentuk tubuhnya tetapi pada matanya, cara dia memandang dunia, karena di matanyalah terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia. Outer beauty (cantik di luar) saja tak cukup, inner beauty (cantik di dalam) jauh lebih perlu. So, raihlah inner beauty untuk kesuksesan dalam kehidupan!  [Dari Berbagai Sumber]

 

*Pernah dimuat dalam Majalah Smarteen Edisi April 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *