Bagaimana Agar Kita Tak Takut Bersaing?

Bagaimana Agar Kita Tak Takut Bersaing?

MajalahSmarteen.com — Persaingan hidup manusia adalah hal yang lumrah. Lalu, bagaimana agar tidak tak takut bersaing dengan orang lain? Kita sebagai remaja, dulunya tentu mengalami fase bayi. Seorang bayi diciptakan Allah Swt di dalam rahim perempuan, yang bernama ibu. Terbentuknya seorang bayi didahului dengan adanya pertemuan sel sperma dan sel telur.

Sel sperma tersebut tidak hanya satu, melainkan berjuta-juta sel sperma. Dan hanya satu sel sperma saja yang dinobatkan sebagai the winner atau pemenang. Satu sel sperma itu menembus sel telur, yang akhirnya berproses dengan sangat kompleks, kemudian terbentuklah bayi.

Jadi kita diciptakan berawal dari perjuangan keras satu sel sperma yang bersaing dengan berjuta-juta sel sperma yang lain. Ilustrasi tersebut mengisyaratkan bahwa kita pada awal diciptakan saja sudah dengan perjuangan dan persaingan.

Wajarlah, bila kita sebagai remaja dalam menjalani hidup penuh dengan perjuangan dan persaingan. Bagaimana bisa dikatakan perjuangan? Contoh kecil saja, saat kita berangkat ke sekolah, ada yang naik sepeda, sepeda motor bahkan ada yang naik angkot atau bus. Hal itu adalah bentuk perjuangan menuntut ilmu. Kita akan menghadapi ujian, lalu kita belajar. Ini juga perjuangan belajar. So, tak takut bersaing dong? Yup, kita mesti semakin berani.

Bagaimana bisa dikatakan persaingan? Kita bisa diterima di sekolah favorit tentu ada saingan. Tidak semuanya diterima. Kita diajukan mewakili sekolah lomba antar-sekolah. Ini juga ada persaingan. Dan masih banyak contoh lain.

Dalam menghadapi perjuangan dan persaingan tersebut, kita awalnya harus yakin dulu bahwa kita bisa. Kita bisa menghadapi dan menjalani semuanya dengan baik dan lancar. Tanamkan keyakinan dalam diri bahwa kita bisa. Bisa, berbuat untuk menjalani perjuangan. Bisa, menghadapi persaingan.

Apapun masalah yang kita hadapi sekarang, entah itu masalah belajar, masalah dengan guru, teman, orangtua, masalah keuangan, dan lainnya. Yakinkan diri bahwa kita bisa menghadapi. Bukankah Allah Swt tidak membebani suatu kaum kecuali sesuai kemampuan hambaNya? Artinya lagi jangan mati sebelum berperang. Katakan pada diri kita, “Yes, I Can! Saya tak takut bersaing.” []

 

Penulis: Anjar

*Pernah dimuat dalam Rubrik Petuah Majalah Smarteen Edisi November 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *