Keutamaan Puasa Asy Syura, Puasa Sunah Pada Tanggal 10 Muharram

Keutamaan Puasa Asy Syura, Puasa Sunah Pada Tanggal 10 Muharram

Tahun ini, 10 Muharam bertepatan dengan Kamis, 20 September 2018.

MajalahSmarteen.com — Sobat, saat ini kita berada pada Bulan Muharam 1440 Hijriah. Satu di antara empat bulan haram atau suci yang ditetapkan Allah Swt.

Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” (Q.S. At Taubah: 36)

Rasulullah bersabda, “Satu tahun ada 12 bulan. Empat bulan di antaranya adalah bulan haram (suci), tiga di antaranya berurutan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Kemudian Rajab yang diapit bulan Jumada (al akhir) dan Syakban.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Salah satu amalan unggulan yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan pada Bulan Muharam adalah puasa Asy Syura pada tanggal 10 Muharam. Tahun ini, 10 Muharam bertepatan dengan Kamis, 20 September 2018.

Dalam ceramahnya yang dimuat di Youtube, dai kondang, Ustaz Abdul Shomad (UAS) menjelaskan, suatu hari Nabi Muhammad Saw sampai di Kota Madinah Al Munawarah, mendapati orang Yahudi sedang puasa. Mereka tidak makan dan minum. Lalu Nabi bertanya kepada mereka, “Ada apa ini, kenapa kalian tidak makan dan minum.” Lalu mereka menjawab, “Ini hari yang baik, pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dan menenggelamkan Fir’aun.” Lalu Nabi Musa melaksanakan puasa pada hari ini karena bersyukur kepada Allah sudah menyelamatkan Bani Israil dan menenggelamkan Fir’aun, hari itu disebut hari Asy Syura.

“Rasulullah meminta umatnya untuk membedakan antara puasanya orang Islam dengan orang Yahudi,” jelasnya.

keutamaan Puasa Asy Syura

Yuk, puasa Asy Syura pada tanggal 10 Muharram yang bertepatan dengan hari Kamis, 20 September 2018.

Yang paling afdal menurut Ibnu Qoyim al Jauziyah, terang UAS, yaitu melaksanakan puasa 3 hari pada satu hari sebelumnya dan satu hari sesudah 10 Muharam. Yaitu pada 9, 10, dan 11 Muharam. Kalau tidak mampu tiga hari, laksanakan dua hari, tanggal 9 dan 10, atau 10 dan 11  Muharam.

Lantas pelajaran apa sih yang bisa diambil dari pelaksanaan puasa Asy Syura?

Menurut UAS, ada dua pelajaran. Pertama, bahwa kita diperintahkan untuk mensyukuri nikmat Allah walau nikmat itu sudah terjadi ribuan tahun lalu. Nabi Musa diperkirakan hidup sekitar 1.500 sebelum masehi. Artinya peristiwa itu terjadi sekitar lebih dari 3.500 tahun lalu. “Kita berpuasa karena mengikuti sunah Nabi Muhammad Saw, sahabat melaksanakannya, sebagai wujud bersyukur kepada Allah,” jelasnya.

Ketika ditanya, “Apa pahala balasan melaksanakan puasa Asy Syura wahai Rasululah?” Rasulullah menjawab, “Mengampunkan dosa setahun yang lalu.”

Dosa apa yang dimaksud, Imam Nawawi menjelaskan, “Dosa-dosa kecil.” Adapun utang piutang, harta yang termakan tidak bisa ditebus dengan puasa Asy Syura.

Pelajaran kedua dari puasa Asy Syura, adalah perjungan luar biasa, yang dilakukan Nabi Musa As, membawa Bani Israil dari dataran Mesir menuju Palestina. Melaksanakan perintah Allah menjauhkan diri dari penguasa zalim yang namanya tercatat lebih banyak dari nama Nabi Muhammad Saw, dia adalah Fir’aun. Dia yang sangat kejam, diabadikan namanya, bahkan jasadnya abadi hingga kini. Badan Fir’aun diselamatkan sebagai pelajaran untuk orang-orang setelah Fir’aun. Jika Musa dikenang kebaikannya, kesombongan Fir’aun menjadi pelajaran. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *