Memotret Human Interest

Memotret Human Interest

Foto seorang nenek yang berjalan tertatih menawarkan kacang tanah jualannya di lampu merah jalan raya bisa sangat menyentuh perasaan bagi orang yang melihat foto itu. Lain foto si nenek lain foto anak-anak yang bermain air di sungai sambil memandikan kerbau piaraannya, orang akan ikut merasakan keceriaan anak tersebut walaupun hanya melihat fotonya. Itulah rasa yang didapatkan ketika kita menikmati foto Human Interest.

Mengambil pengertian dari infotografi.com, fotografi human interest (HI) adalah potret dari kehidupan seseorang yang menggambarkan suasana/mood dan menimbulkan simpati dari orang yang melihatnya.

Ada banyak hal yang bisa kita asah dari belajar memotret HI. Pertama, tentu kepekaan terhadap kondisi sosial di sekitar kita. Kita dituntut bisa menghayati dan seolah ikut bisa merasakan kesedihan ketika obyek yang kita foto ketika kita memotret gelandangan yang tidur di emperan toko. Kedua, dengan memotret HI kita bisa menyuarakan apa yang menjadi harapan masyarakat kepada publik. Misal kita memotret orang yang sudah tua, dia tinggal sendirian di gubuk dan dalam kondisi sakit lalu foto itu kita bagikan kepada publik. Dari foto tersebut kemudian banyak orang yang ingin berkunjung dan memberikan bantuan kepada orang tersebut, bukankah ini sangat bermanfaat?

Mengutip pernyataan infotografi.com juga, kebanyakan foto human interest adalah menggambarkan kehidupan masyarakat dengan ekonomi lemah atau di daerah pedalaman, tapi sebenarnya human interest tidak membatasi pada subjek masyarakat kelas bawah saja, tapi juga termasuk potret keberhasilan dari masyarakat kelas atas.

Lalu bagaimana tips membuat foto HI yang menarik? Simak kelanjutannya ya.[Bersambung]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *