Apa yang Kita Ceritakan?

Apa yang Kita Ceritakan?

Fotogen-X edisi yang lalu kita sudah mengenalkan apa itu foto Human Interest (HI) dan apa manfaat yang kita dapatkan dengan memotret HI. Kali ini kita mau melanjutkan membahas bagaimana kita bisa menghasilkan foto HI yang bagus.

Menurut Barry Kusuma dalam websitenya www.alambudaya.com, semakin dramatis momen yang didapat semakin sukses foto human interest tersebut. Jadi bagi kamu yang senang dengan genre foto yang satu ini, simak yuk bagaimana sih cara menghasilkan foto HI yang keren.

Pertama, foto harus mengandung inspirasi. Masih menurut Barry, foto HI yang baik adalah yang menceritakan suatu cerita, menunjukkan hubungan atau mengandung inspirasi. Foto HI tanpa pesan terasa hampa dan tidak memberikan manfaat. Tanya pada diri kita sendiri apa yang kita inginkan dari foto tersebut baru tekan tombol shutter.

Kedua, jangan takut dengan orang. Mengutip dari infofotografi.com, banyak orang yang canggung atau takut mendekati orang untuk memotret. Seseorang yang menolak untuk difoto biasanya memberikan aba-aba, tidak sampai menyerang atau bertindak kasar. Jadi jangan takut untuk mendekat untuk memotret. Pengalaman Smarteen dalam memotret HI (foto “Bertani Tiga Generasi” edisi lalu) obyek dengan senang hati diambil gambarnya karena sebelumnya sudah diajak ngobrol dengan nyaman.

Ketiga, belajarlah untuk menunggu momen. Untuk mendapatkan momen yang terbaik kita dituntut untuk bersabar. Jika kita sudah mendapatkan komposisi atau latar yang bagus tinggal kita tunggu momen yang tepat jika pas ada momen yang sesuai keinginan kita tekan tombol shutter. Selamat hunting foto Human Interest.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *