Mendaki Bukit Cumbri

Mendaki Bukit Cumbri

 

Apa kabarmu Sobat Jali-Jali Smarteen? Kali ini, Smarteen bakal mengajak kamu berpetualang di alam. Kenapa berpetualang di alam? Karena dengan melakukan perjalanan dan petualangan di alam mengajarkan banyak hal dalam hidup loh. Alam mengajarkan tentang kesungguhan, tentang kesabaran, tentang keyakinan, juga tentang semangat.

Siapkan sepatu dan ranselmu Sobat karena kita akan melakukan pendakian ringan. Di ujung Wonogiri, Jawa Tengah ada sebuah destinasi menarik untuk kamu kunjungi. Lokasi ini berada di garis perbatasan Wonogiri, Jawa Tengah dengan Ponorogo, Jawa timur. Tepat di sebelah gapura selamat datang Ponorogo (Gapura Reog) ada jalan aspal yang dicat putih dengan tulisan “Cumbri”.

Smarteen beberapa waktu yang lalu melakukan penjelajahan di bukit ini. Dari jalan raya sudah terdapat tanda untuk menuju lokasi, walaupun bukan papan penunjuk arah yang besar namun setidaknya bisa memandu kita menuju lokasi.

Di parkiran kita sudah disapa dengan penjaga parkir dan warung sederhana yang menyediakan aneka minuman dan makanan untuk bekal kita melakukan pendakian ke puncak Cumbri.

Mulai berjalan kita akan dipertemukan dengan jalanan terjal dengan pepohonan yang cukup rapat di kanan dan kiri rute. Rute pendakian bukit Cumbri bisa dikatakan cukup terjal di awal, namun jangan khawatir karena tidak lama setelahnya kamu akan bertemu dengan hamparan padang rumput yang cukup nyaman jika mau digunakan untuk istirahat sejenak.

Kalau kamu tidak suka dengan perjalanan terjal dan menanjak, kamu boleh berhenti di padang rumput ini, Sob. Dari padang rumput kecil yang merupakan pos pertama ini sudah tampak dengan jelas puncak Cumbri ada di hadapan. Mau lanjut atau berhenti di sini?

Ayo lanjut, Sob. Bukit ini tidak terlalu tinggi loh, hanya 638 mdpl saja. Jika kamu melakukan perjalanan normal, sekitar satu jam kamu sudah bisa tiba di puncak Cumbri yang instagramable. Serius kamu enggak ingin berfoto di puncaknya?

Perjalanan menuju puncak hampir bisa dikatakan hampir tidak ada ‘bonus’ (jalan datar atau menurun). Kita akan disuguhi tanjakan demi tanjakan yang akan menguras napas dan tenaga. Tetapi tenang Sobat, kamu hanya butuh mengatur langkah dan mengatur tempo perjalanan agar tidak ngos-ngosan. Berjalanlah perlahan namun pasti, tidak terburu-buru tetapi juga tidak terlalu santai.

Semilir angin berhembus seolah tanpa henti ketika kita mendaki bukit ini. Minimnya pohon besar selepas padang rumput pertama menjadikan udara berhembus dengan bebas menyemangati siapa pun yang sedang berjalan menuju ke puncak. Ketiadaan pohon besar juga berarti tidak adanya perlindungan dari panas terik ketika siang hari. Smarteen sarankan kalau kamu ingin naik ke bukit Cumbri naiklah di pagi hari atau sore hari karena siang hari amat panas. Ada waktu yang lebih asik lagi nih Sob, kamu naik di sore hari sambil membawa tenda dan perlengkapan camping lalu nikmati malam di puncak bukit Cumbri. Esok pagi saksikan sunrise menakjubkan dari ketinggian.

Tahukah kamu, menjelang puncak ada satu tempat yang datar seperti lapangan dengan rerumputan di atasnya serta beberapa pohon kecil di tepinya. Di tempat ini kamu bisa mendirikan tenda, menyalakan api unggun dan memasak dengan nyaman. Tempat ini menjadi semacam bonus kecil sebelum puncak, tempat yang nyaman jika ingin mendirikan tenda.

Tiba di puncak, kamu pasti sudah tidak asing dengan bentuk batu yang ada di sini. Di instagram kamu pasti sering melihat orang bisa berdiri di ujung batu yang menjulang tinggi. Selamat, kamu sudah tiba di puncak Cumbri, puaskan berfoto dan menikmati keindahannya. Satu hal yang harus kita ingat sama-sama ya, Sobat, pastikan keselamatan kamu nomer satu. Jangan sampai mengejar foto dengan angle terbaik justru mengorbankan keselamatan. Selamat bersenang-senang.[Taufik]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *