Bisa Berubah

Dari kecil saya terkenal sebagai seorang yang pendiam, sampai kuliah pun masih terkenal pendiam. Memang saya bukanlah tipe orang yang suka bicara banyak, apalagi bicara dengan ibu-ibu yang obrolannya ke sana-kemari, ampun dah!! Kalah omongan dan hanya menjadi pendengar yang baik saja.

Menurut saya, karakter pendiam ini datang dari ibu, karena bapak adalah sosok yang selalu bersemangat dan banyak cerita, bahkan bisa diulang-ulang di lain hari. Skill public speaking-nya juga ditunjukkannya sebagai pendakwah. Tentunya pendakwah juga harus pandai membawakan pesan.

Sewaktu kelas V Sekolah Dasar, saya ditunjuk mewakili TPA untuk mengikuti lomba pidato Bahasa Indonesia se-kecamatan. Saat itu alasannya adalah karena saya anak seorang tokoh pendakwah, padahal saya bukan tipe orang yang pandai berbicara. Dengan modal pintar menghafal dan keluguan saya waktu itu, saya mau mengikuti lomba. Saat itu saya dilatih oleh pengajar TPA, dan bapak tentunya. Dukungan dari bapak selain memberikan tips bagaimana cara menghadapi audiens, mengatasi nervous, mengatasi lupa teks dan lainnya, bapak juga mengajari dan menyimak praktik berpidato yang baik.

Singkat cerita, alhamdulillah berkat rahmat Allah Swt, dan doa orangtua saya mendapat juara 1 dari sekian banyak TPA se-kecamatan, tentu senang sekali rasanya. Kemenangan itu membawa konsekuensi di mana lomba selanjutnya saya maju lagi. Namun kali ini lombanya berbeda, yakni jika bisa juara 1, maka akan maju ke tingkat kawedanan dan seterusnya. Di lomba kali ini saya mendapat juara 1 dan lanjut ke kawedanan. Sayangnya di kawedanan hanya mendapatkan juara 3, alhasil gagal melanjutkan ke kabupaten. Meskipun demikian bapak tetap bangga dan men-support selalu.

Mengetahui prestasi saya di bidang pidato, di sekolah saya diajukan lomba pidato oleh bapak ibu guru. Hanya bermodalkan teks, dan dilatih bapak, saat itu saya mendapat juara 2 se-kecamatan tingkat MI.

Dari pengalaman-pengalaman lomba pidato tadi, dari saya yang awalnya orang pendiam dan pasif mulai berubah. Mencoba menyalurkan pengalaman ke adik-adik TPA.

Seiring berjalannya waktu, saya mengikuti organisasi di SMK, bermodalkan pengalaman lomba pidato tadi. Saat itu masih terkenal pendiam juga, banyak pendapat saya yang disampaikan oleh teman saya dan saya yang rugi, alhamdulillah. Namun, dari situ saya bertekad untuk menyampaikan pendapat saya sendiri. Alhamdulillah di kampus juga mengikuti organisasi, saya mulai pandai berani menyampaikan pendapat, mengajar TPA, dan lebih percaya diri. Di organisasi masyarakat pun juga demikian, pada akhirnya saya dipercaya sebagai sekretaris di organisasi kampus dan persatuan pemuda-pemudi dukuh.

Segala sesuatu yang melekat pada diri kita itu bisa berubah, Sobat. Saya yang berkarakter pendiam bisa menjadi orang yang berani berpendapat dalam suatu forum. Namun tetap pendiam di mata ibu-ibu hehe, karena kalau obrolan ibu-ibu banyakan gosip. Saat ini saya menjadi orang yang tetap pendiam namun banyak bicara ketika di dalam forum atau jika berbicara di depan umum. Saya juga menjadi orang yang lebih percaya diri, bahkan menjadi seorang MC pun oke.

Dari pengalaman yang saya alami dan yang saya rasakan saat ini adalah jangan pernah jadikan alasan karakter kita sebagai penghalang majunya kita. Karena karakter yang sedikit minus bisa dirubah dengan seiring perjalanan hidup kita. Tinggal bagaimananya kita memanfaatkan suatu kesempatan yang ada. Serta yang bisa saya ambil dari pengalaman saya adalah, dalam lomba tidak perlu memikirkan menang kalah, tetapi yang terpenting adalah pengalaman yang kita peroleh akan membawa perubahan pada diri kita dengan karakter asli yang tetap melekat di dalam diri. So, jangan siakan setiap kesempatan yang itu akan membawa perubahan bagi kita. Karena semua bisa berubah, jika Allah menghendaki maka terjadilah. No One Motivate You Except Yourself.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *